Human Resource Consulting

Recruitment & Selection

Rekrutmen merupakan proses yang dilakukan organisasi untuk mencari pelamar yang akan menjadi karyawan potensial. Kami membantu instansi atau perusahaan untuk mendapatkan calon karyawan dengan kualifikasi yang diinginkan.

Dimulai dari penetapan kebutuhan instansi / perusahaan, pencarian sumber tenaga kerja, pengumpulan dokumen, dan mengumpulkan orang – orang yang tertarik dengan pekerjaan tersebut. Tujuannya adalah untuk mendapatkan orang – orang yang memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan.

Dilanjutkan dengan proses seleksi berupa penetapan metode seleksi, pelaksanaan metode, dan pembuatan keputusan untuk menentukan calo yang sesuai dengan perusahaan.

Seleksimerupakan proses penyaringan yaitu proses yang dilakukan organisasi sebagai usaha untuk mengidentifikasi pengetahuan, kecakapan, kemampuan dan karakteristik yang dimiliki pelamar. Tujuannya adalah mendapatkan orang – orang yang mampu membantu organisasi dalam meraih tujuannya.

Pada proses ini perusahaan membandingkan job requirement dengan man specification untuk menghasilkan Person Job Fit

 

 

Assessment

Menurut ahli assesmen merupakan “proses mengumpulkan informasi yang biasanya digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang nantinya akan dikomunikasikan kepada pihak-pihak terkait oleh asesor” (Nietzel dkk,1998).

Assesmen yang biasanya dilakukan organisasi, seperti;

1.     Analisis jabatan

Analisis Jabatan adalah sebuah proses untuk mengidentifikasikan dan menentukan secara rinci tugas dan persyaratan pekerjaan tertentu serta kepentingan yang berkaitan dengan tugas-tugas pada jabatan atau pekerjaan tertentu. Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 49 Tahun 2004 tentang Ketentuan Struktur dan Skala Upah adalah proses metoda secara sistimatis untuk memperoleh data jabatan, mengolahnya menjadi informasi jabatan yang dipergunakan untuk berbagai kepentingan program kelembagaan, ketatalaksanaan dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Kami memiliki assesor dibidangnya untuk mendampingi tujuan dari asesmen ini sehingga Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kesesuaian antara pekerjaan dan spesifikasi sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan

 

2.     Asesmen kompetensi

Asesmen Kompetensi adalah sebuah proses penilaian untuk mendapatkan bukti-bukti tingkat kemampuan terkait dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pekerjaan tertentu dalam tingkatan jabatan tertentu. Mengacu pada berbagai pedoman penilaian kompetensi salah satunya dari Peraturan Badan Kepegawaian Negara. Berbagai macam metode yang dilakukan seperti;

a.       Metode Assessment Center

b.      Metode Quasi Assessment Center

Sedangkan alat ukur yang dipakai bisa menggunakan beberapa cara, seperti;

a.      Psikotes

b.  Wawancara kompetensi yaitu penilaian dengan rnenggunakan panduan wawancara terstruktur yang disusun berdasarkan persyaratan kompetensi jabatan yang akan diduduki;

c.    Kuesioner kompetensi, yaitu penilaian dengan menggunakan daftar pertanyaan yang disusun berdasarkan persyaratan kornpetensi jabatan yang akan diduduki; dan Simulasi, antara lain:

  1.                                     In-Tray merupakan sirnulasi dari situasi nyata yang dihadapi karyawan dalam menjalankan tugas sehari-hari, dirnana Assessee diberikan tugas untuk merespon masalah-masalah yang terkandung pada berkas- berkas soal yang diberikan.
  2.                                          Proposal Writing merupakan simulasi yang menugaskan Assessee untuk membuat proposal tertulis.
  3.  Presentasi merupakan simulasi yang menugaskan Assessee untuk menyampai- kan suatu informasi atau permasalahan dan penyelesaian permasalahan di hadapan orang lain secara sistematis.
  4.                                .            Analisis Kasus merupakan simulasi yang menugaskan Assessee untuk menyelesai- kan kasus yang diberikan.
  5. Leaderless Group Discussion (LGD) merupakan simulasi yang dilakukan dengan menggunakan satu atau beberapa persoalan yang harus diselesaikan secara bersama oleh para Assessee.
  6.   Role Play merupakan simulasi yang menugaskan Assessee untuk berperan sesuai dengan perintah.

Dengan kegiatan ini dimaksudkan untuk mendapatkan penilaian secara terukur sehingga mengetahui tingkatan kompetensi dari sumber daya manusia dan pengembangan kompetensi apa yang diperlukan untuk jabatan tertentu.

3.     Analisis beban kerja

Analisa beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk  menyelesaikan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu, atau dengan kata lain analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang tepat

Banyak pertanyaan yang muncul terkait komposisi yang ideal untuk sebuah jabatan merupakan pertanyaan yang kritis sehingga untuk menjawab pertanyaan penting itu orang harus memahami 3 (tiga) buah konsep sebagai latar belakang yaitu meliputi target volume pekerjaan, tingkat pelaksanaan standar dan waktu yang ditetapkan untuk merampungkan tugas dengan tepat.

1.     Beban Tugas (target volume kerja), merupakan volume pekerjaan yang mesti dirampungkan dalam batas tempo tertentu. Target volume kerja dapat dinyatakan dalam berbagai satuan seperti : meter, meter kubik, kilogram, lembar, berkas, laporan, desa, kecamatan dan satuan lazim lainnya.

2.   Standar Kerja Rata-rata (tingkat pelaksanaan standar), merupakan volume pekerjaan yang dapat dirampungkan oleh seorang atau sejumlah pegawai dalam satu satuan waktu dengan standar kualitas tertentu.

3.   Waktu Kerja Efektif, yakni waktu kerja yang telah ditetapkan secara formal setelah dikurangi waktu luang (allowance).

Pengukuran beban kerja dimulai dengan pengukuran dan perumusan “Norma waktu“ setiap proses atau tahapan penyelesaian pekerjaan sesuai dengan uraian, dan prosedur kerja yang dilakukan oleh karyawan. Hal ini dilakukan secara cermat dan seksama dengan memperhatikan tingkat kewajaran penggunaan waktu kerja bagi pemangku jabatan terkait dan terhadap kebenaran uraian proses/tahapan kerja untuk menghasilkan produk, sehingga dapat diperoleh hasil pengukuran beban kerja yang memadai.

Pengukuran beban kerja ini dimaksudkan untuk menyediakan instrumen dalam proses penataan Sumber Daya Manuasia hasilnya akan dipergunakan sebagai bahan (input) bagi proses perencanaan penataan struktur organisasi dan kepegawaian. Kami mendampingi pengukuran beban kerja ini yang berfungsi untuk merumuskan sistem penilaian beban kerja dan perencanaan kebutuhan karyawan pada masing – masing divisi dan jabatan seterusnya dikaitkan dengan jumlah ideal pada masing – masing unit kerja. Hal yang dihasilkan dari penyusunan analisis beban kerja adalah informasi berupa:

1.      Efektivitas dan efisiensi jabatan serta efektivitas dan efisiensi unit kerja;

2.      Prestasi kerja jabatan dan prestasi kerja unit;

3.      Jumlah kebutuhan pegawai/pejabat;

4.      Jumlah beban kerja jabatan dan jumlah beban kerja unit;

5.      Nilai indeks beban kerja individu masing-masing jabatan;

6.      Standar norma waktu kerja.

Untuk berbagai proses asesmen SSC mengandeng tim ahli yang profesional dibidangnya serta dengan berbagai pengalaman pendukung untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kami memberikan jaminan kualitas yang baik sehingga memenuhi kebutuhan.

INSTRUMEN TOOLS

Kami melakukan pendampingan pengembangan program organisasi melalui pembuatan inventory yang secara khusus digunakan untuk kepentingan organisasi atau perusahaan tersebut, seperti culture fit, alat ukur rekrutmen khusus atau alat khas organisasi, dll.

Kebutuhan organisasi terkait kesesuaian karyawan dengan budaya kerja yang selama ini terbangun dalam organisasi menjadi sistem penting yang khas dalam sebuah organisasi. Sehingga dibutuhkan sebuah alat pengukuran untuk mengetahui apakah seorang mampu selaras dengan organisasi. Penyesuaian kebiasaan atau budaya dalam lingkup kerja di sebuah organisasi membantu organisasi tersebut dalam proses pemenuhan tujuan yang telah ditentukan oleh organisasi. Penyesuaian itu terkait Softskill, attitude, kemampuan adaptasi dengan lingkungan baru serta pemahaman terhadap nilai – nilai yang terkandung dalam sebuah organisasi sehingga menciptakan lingkungan kerja yang sifatnya homogen dimana karyawan selaras, sependapat dan satu tujuan. Keunggulan dalam penyelarasan organisasi mampu;

  • ·        Meminimalisir kemungkinan perseteruan akibat perbedaan opini yang mampu menghambat  kinerja perusahaan.
  • ·          Memungkinkan dalam beberapa hal, produktivitas meningkat secara signifikan.
  • ·       Homogenitas dalam lingkungan kerja membuat karyawan bekerja sesuai dengan pedoman perusahaan.

·         Mencegah perbedaan pandangan antara employer dengan employee karena sejak awal telah mencapai kesepakatan bersama.